Jumlah korban warga Palestina terus bertambah sehingga mencapai 205 terbunuh dan 750 terluka dalam serangkaian serangan brutal Israel di Jalur Gaza, Sabtu waktu zhuhur (27/12).
Serangan tersebut terjadi pada saat para pelajar baru keluar dari sekolah mereka.
Menurut Kepala ambulans dan emergensi dari Kementrian Kesehatan di Gaza, jumlah korban tewas akibat serangkaian pengeboman Israel di Jalur Gaza saat ini mencapai lebih dari 205 orang.
Para saksi mata mengatakan, keadaan yang terjadi benar-benar seperti perang sungguhan. Israel melancarkan serangan ke berbagai lokasi yang mengakibatkan warga berguguran syahid (insya Allah) dalam jumlah besar di waktu bersamaan.



Saksi mata menambahkan, pesawat tempur Israel dengan jenis F-16 melancarkan serangan ke arah pemukiman di utara, tengah, dan selatan Jalur Gaza. Serangan ditujukan terhadap lebih dari 30 sasaran.
Masalah Palestina tidak akan pernah selesai selama derita kaum Muslimin di negeri suci tersebut masih terjadi. Syekh Usamah bin Ladin pernah mengatakan, Amerika tidak akan pernah memimpikan keamanan hingga kami benar-benar merasakannya di Palestina.
Nyatanya, percik darah masih tercecer di Serambi Al Quds. Ucapan dari mulut-mulut kecil dan tak berdosa, bocah-bocah malang Palestina menjadi saksi betapa kekejaman kaum yahudi laknatullah masih terjadi di bumi suci Palestina. Takkan mungkin air mata tidak menetes menyaksikan kekejaman tak berperi ini dari lubuk hati seseorang yang masih ada iman di dadanya.
Anak-anak kecil Palestina menanggung beban orang-orang dewasa. Langkah kecil mereka terhadang para penjahat yang zolim dan laknat. Diusir dan diburu siang dan malam. Sedangkan kita khawatir dengan anak-anak kita sendiri, ketika tangannya kotor karena debu, sedangkan mereka anak-anak Palestina tangan mereka kotor kena peluru dan mesiu. Serta darah yang tertumpah. Mereka, anak-anak Palestina, tak pernah merasakan kenikmatan hidup sejak terlahir di dunia ini.
Syekhul Jihad, Abdullah Azzam mengatakan bahwa kemuliaan Palestina tidak mungkin kembali hanya dengan ucapan-ucapan saja. Apakah mereka bisa mengembalikan sejengkal saja dari tanah Palestina?. Sesungguhnya dien Allah (Islam) tidak akan menang hanya dengan omong kosong belaka, dan negeri-negeri Islam juga tidak akan terjaga hanya dengan pantun, lagu dan syair serta lainnya.
Sungguh, Percik Darah di Serambi Al Quds ini akan menaikkan tensi ghiroh kita kepada Islam, terutama kaum Muslimin Palestina. Jika bocah-bocah Palestina dengan lantang mengatakan : “Beri aku senjata, maka demi Allah aku akan melawan mereka”. Maka bagaimanakah dengan kita ??
Perang Israel-Palestina ternyata tak hanya terjadi di lapangan secara fisik. Beberapa kelompok Yahudi juga “memerangi” Palestina melalui dunia cyber.
Perang antara Israel dan Palestina tak hanya di lapangan saja. Namun merambah dunia maya. Kali ini, itu dipicu salah satu situs jaringan kenamaan dunia, Facebook Inc.
Pada situs tersebut, anggota yang merupakan pengungsi Yahudi yang tinggal di Tepi Barat harus memilih Palestina, bukan Israel, sebagai negara asal saat mengisi kolom alamat dalam halaman profil mereka.
Bagi warga Palestina di wilayah itu, jika negara mereka terdaftar sebagai Palestina, hal tersebut masuk akal. Sebab, penduduk Palestina berharap agar Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem Timur bakal menjadi bagian Negara Palestina setelah proses perdamaian berjalan.
Namun, penduduk Yahudi yang sebagian besar yakin bahwa Palestina diberikan “Tuhan” kepadanya –meski dengan jalan mencaplok– berharap agar ketiga tempat tersebut di bawah kontrol Israel. Juga, menolak kebijakan pemerintah Israel yang “menyukai” ide terbentuknya negara Palestina.
Channah Lerman, salah seorang Yahudi yang memulai kelompok untuk menyelesaikan masalah itu, mengatakan bahwa Facebook sudah mengizinkan pengungsi Yahudi mencantumkan Israel sebagai negara asal.
Namun, beberapa warga Yahudi yang menetap di daerah itu menyesal karena Palestina masuk sebagai negara.
“Saya tidak bahagia jika Palestina terdaftar sebagai negara di Facebook atau di situs lain,” ujarnya.
Warga Palestina sebelumnya juga “berperang” dengan Facebook. Awalnya, penduduk Palestina hanya bisa memilih Tepi Barat atau Jalur Gaza sebagai pilihan wilayah. Setelah beberapa waktu, Facebook menyetujui dan menambah Negara Palestina sebagai pilihan negara.
arrahmah.com

hanya ada satu kata buat Israel : “Go To Hell”
israel emang biadab yang terkutuk….!!!!!
saya dengan senag hati mau angkat senjata untuk memerangi israel yang terkutuk….!!!!!
Saat ini jumlah korban telah lebih dari 320 syahid (insyaAllah). Tidak ada yg bisa kita lakukan selain sedikit infaq dan do’a ”semoga Allah meneguhkan iman mereka dan laknat Allah benar2 zionis rasakan.
apapun yang dilakukan israel terhadap warga palestina adalah perbuatan yang memang sangat terkutuk…!!!
Stop Perang, Stop Kekerasan, Stop Anarkhi….Mari Berdamai…
Saya koetok kamu Israel jadi kodok
hahahaa.
lam kenal
terkutuklah Israel…
berjayalah Islam
mari dukung saudara-2 kita di sana dan doakan supaya mereka diberi ketabahan dan ALLAH SWT mengirimkan bala bantuan dengan tentara yang tidak terlihat mata manusia, amin.
terima kasih
Allahu Akbar,..
sulit membayangkan kekejaman akibat perang….
aQ jd g bisa koment apa2….sangat memiriskan hati…
well, mksh y udah mampir ke blogQ
keep wrting
Allahu Akbar..bro..komen juga di blog gw..israel citizen komennya lucu bgt lowh..salam kenal
Emang Israel sampai kapanpun tidak akan bisa damai…
Semoga mata hati kita selalu terbuka…sehingga peperangan tak pernah terbesit disana…karena yang menderita justru rakyat yang tak tahu apa-apa.
Hanya doa yang sanggup kita lakukan…semoga mereka bisa segera mungkin mengakhiri peperangan…karena peperangan tak meneyelesaikan masalah tapi makin memperparah masalah.
Assalam..bagi Isreal Zionist, tiada kata kata yang yg harus kita lakukan..kecuali PERANG. selanjutnnya silakan baca, Gaza Dalam Lensa Kiamat.www.herman1976.wordpress.com. semoga bermanfaat….
n salam kenal juga..
wassssalam